Tampilkan postingan dengan label STORY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STORY. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

ANGLING DARMA

Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.
Anglingdarma merupakan keturunan ketujuh dari Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Hal ini dapat dimaklumi karena menurut tradisi Jawa, kisah Mahabharata dianggap benar-benar terjadi di Pulau Jawa.
Dikisahkan bahwa, Arjuna berputra Abimanyu. Abimanyu berputra Parikesit. Parikesit berputra Yudayana. Yudayana berputra Gendrayana. Gendrayana berputra Jayabaya. Jayabaya memiliki putri bernama Pramesti, dan dari rahim Pramesti inilah lahir seorang putra bernama Anglingdarma.
Semenjak Yudayana putra Parikesit naik takhta, nama kerajaan diganti dari Hastina menjadi Yawastina. Yudayana kemudian mewariskan takhta Yawastina kepada Gendrayana. Pada suatu hari Gendrayana menghukum adiknya yang bernama Sudarsana karena kesalahpahaman. Batara Narada turun dari kahyangan sebagai utusan dewata untuk mengadili Gendrayana. Sebagai hukuman, Gendrayana dibuang ke hutan sedangkan Sudarsana dijadikan raja baru oleh Narada.
Gendrayana membangun kerajaan baru bernama Mamenang. Ia kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Jayabaya. Sementara itu, Sudarsana digantikan putranya yang bernama Sariwahana. Sariwahana kemudian mewariskan takhta Yawastina kepada putranya yang bernama Astradarma.
Antara Yawastina dan Mamenang terlibat perang saudara berlarut-larut. Atas usaha pertapa kera putih bernama Hanoman yang sudah berusia ratusan tahun, kedua negeri pun berdamai, yaitu melalui perkawinan Astradarma dengan Pramesti, putri Jayabaya.
Pada suatu hari Pramesti mimpi bertemu Batara Wisnu yang berkata akan lahir ke dunia melalui rahimnya. Ketika bangun tiba-tiba perutnya telah mengandung. Astradarma marah menuduh Pramesti telah berselingkuh. Ia pun mengusir istrinya itu pulang ke Mamenang.
Jayabaya marah melihat keadaan Pramesti yang terlunta-lunta. Ia pun mengutuk negeri Yawastina tenggelam oleh banjir lumpur. Kutukan tersebut menjadi kenyataan. Astradarma pun tewas bersama lenyapnya istana Yawastina.
Setelah kematian suaminya, Pramesti melahirkan seorang putra yang diberi nama Anglingdarma. Kelahiran bayi titisan Wisnu tersebut bersamaan dengan wafatnya Jayabaya yang mencapai moksa. Takhta Mamenang kemudian diwarisi oleh Jaya Amijaya, saudara Pramesti.
Setelah dewasa, Anglingdarma membawa ibunya pindah ke sebuah negeri yang dibangunnya, bernama Malawapati. Di sana ia memerintah dengan bergelar Prabu Anglingdarma, atau Prabu Ajidarma.
Anglingdarma sangat gemar berburu. Pada suatu hari ia menolong seorang gadis bernama Setyawati yang dikejar harimau. Setyawati lalu diantarkannya pulang ke rumah ayahnya, seorang pertapa bernama Resi Maniksutra. Tidak hanya itu, Anglingdarma juga melamar Setyawati sebagai istrinya.
Kakak Setyawati yang bernama Batikmadrim telah bersumpah barangsiapa ingin menikahi adiknya harus dapat mengalahkannya. Maka terjadilah pertandingan yang dimenangkan oleh Anglingdarma. Sejak saat itu, Setyawati menjadi permaisuri Anglingdarma sedangkan Batikmadrim diangkat sebagai patih di Kerajaan Malawapati.
Pada suatu hari ketika sedang berburu, Anglingdarma memergoki istri gurunya yang bernama Nagagini sedang berselingkuh dengan seekor ular tampar. Anglingdarma pun membunuh ular jantan sedangkan Nagagini pulang dalam keadaan terluka.
Nagagini kemudian menyusun laporan palsu kepada suaminya, yaitu Nagaraja supaya membalas dendam kepada Anglingdarma. Nagaraja pun menyusup ke dalam istana Malawapati dan menyaksikan Anglingdarma sedang membicarakan perselingkuhan Nagagini kepada Setyawati. Nagaraja pun sadar bahwa istrinya yang salah. Ia pun muncul dan meminta maaf kepada Anglingdarma.
Nagaraja mengaku ingin mencapai moksa. Ia kemudian mewariskan ilmu kesaktiannya berupa Aji Gineng kepada Anglingdarma. Ilmu tersebut harus dijaga dengan baik dan penuh rahasia. Setelah mewariskan ilmu tersebut Nagaraja pun wafat.
Sejak mewarisi ilmu baru, Anglingdarma menjadi paham bahasa binatang. Pernah ia tertawa menyaksikan percakapan sepasang cicak. Hal itu membuat Setyawati tersinggung. Anglingdarma menolak berterus terang karena terlanjur berjanji akan merahasiakan Aji Gineng, membuat Setyawati bertambah marah. Setyawati pun memilih bunuh diri dalam api karena merasa dirinya tidak dihargai lagi. Anglingdarma berjanji lebih baik menemani Setyawati mati, daripada harus membocorkan rahsia ilmunya.
Ketika upacara pembakaran diri digelar, Anglingdarma sempat mendengar percakapan sepasang kambing. Dari percakapan itu Anglingdarma sadar kalau keputusannya menemani Setyawati mati adalah keputusan emosional yang justru merugikan rakyat banyak. Maka, ketika Setyawati terjun ke dalam kobaran api, Anglingdarma tidak menyertainya.
Perbuatan Anglingdarma yang mengingkari janji sehidup semati dengan Setyawati membuat dirinya harus menjalani hukuman buang sampai batas waktu tertentu sebagai penebus dosa. Kerajaan Malawapati pun dititipkannya kepada Batikmadrim.
Dalam perjalanannya, Anglingdarma bertemu tiga orang putri bernama Widata, Widati, dan Widaningsih. Ketiganya jatuh cinta kepada Anglingdarma dan menahannya untuk tidak pergi. Anglingdarma menurut sekaligus curiga karena ketiga putri tersebut suka pergi malam hari secara diam-diam.
Anglingdarma menyamar sebagai burung gagak untuk menyelidiki kegiatan rahasia ketiga putri tersebut. Ternyata setiap malam ketiganya berpesta makan daging manusia. Anglingdarma pun berselisih dengan mereka mengenai hal itu. Akhirnya ketiga putri mengutuknya menjadi seekor belibis putih.
Belibis putih tersebut terbang sampai ke wilayah Kerajaan Bojanagara. Di sana ia dipelihara seorang pemuda desa bernama Jaka Geduk. Pada saat itu Darmawangsa raja Bojanagara sedang bingung menghadapi pengadilan di mana seorang wanita bernama Bermani mendapati suaminya yang bernama Bermana berjumlah dua orang.
Atas petunjuk belibis putih, Jaka Geduk berhasil membongkar Bermana palsu kembali ke wujud aslinya, yaitu Jin Wiratsangka. Atas keberhasilannya itu, Jaka Geduk diangkat sebagai hakim negara, sedangkan belibis putih diminta sebagai peliharaan Ambarawati, putri Darmawangsa.
Anglingdarma yang telah berwujud belibis putih bisa berubah ke wujud manusia pada malam hari saja. Setiap malam ia menemui Ambarawati dalam wujud manusia. Mereka akhirnya menikah tanpa izin orang tua. Dari perkawinan itu Ambarawati pun mengandung.
Darmawangsa heran dan bingung mendapati putrinya mengandung tanpa suami. Kebetulan saat itu muncul seorang pertapa bernama Resi Yogiswara yang mengaku siap menemukan ayah dari janin yang dikandung Ambarawati.
Yogiswara kemudian menyerang belibis putih peliharaan Ambarawati. Setelah melalui pertarungan seru, belibis putih kembali ke wujud Anglingdarma, sedangkan Yogiswara berubah menjadi Batikmadrim. Kedatangan Batikmadrim adalah untuk menjemput Anglingdarma yang sudah habis masa hukumannya.
Anglingdarma kemudian membawa Ambarawati pindah ke Malawapati. Dari perkawinan kedua itu lahir seorang putra bernama Anglingkusuma, yang setelah dewasa menggantikan kakeknya menjadi raja di Kerajaan Bojanagara.


diambil dari:http://ketoprakjawa.wordpress.com

Sabtu, 05 Februari 2011

History of Valentines Day

We all indeed know about valentine day date i.e. fourteenth February and that it is a day of lovers. But I'm sure many of us do not have a clear idea as to who discovered Valentines Day and how did the very idea of celebrating Valentine's Day come from? Many of us are ignorant about the origin of Valentine's Day. It is interesting to learn about Valentine Day story so read further to know about the history of Valentines Day.
Actually nobody has a clear idea as to who was saint valentine because there were three different saint Valentines and all were martyred. Some stories suggest that valentine day owes its origin to the Roman Empire during the reign of emperor Claudius II. It was in those times when the emperor felt that married men turned out to be poor soldiers and thus he was against the very idea of marriage of young couples. But when he got to know that saint valentine defied him and was secretly encouraging young lovers to get married, he passed orders for his death. And it was on the fourteenth of February when this great saint valentine died in around 270 AD. A couple of stories suggest that saint valentine protected Christians from the clutches of harsh Roman punishments.
While some maintain that Valentine himself initiated the concept of sending love message in which he had ended the note by writing 'from your valentine'. People say during imprisonment he fell in love with the jailor's daughter and he had expressed his feelings for her in the most romantic manner by writing a love letter. Well the more the mouths, more the number of stories. But one thing that everyone believes in is the fact that Valentine was a very romantic person and was the one to lay the foundation for lovers to come forward and express feelings to their valentine. So guys always remember, love is the most beautiful feeling of heart that thrills the other organs so don't hesitate confessing it to the person you love and we wish you good luck!!!


the wind knocks on the window over the room as small as me 
twinkling stars so beautiful filling the roomwith love  
donn`t be hurt careeing my wound gently embaracing me to sleep  
too hurt for my legs to walk
eyes  so blurry with tears before love never meant for me  
i will keep on smiling like those stars emboidered in my eyes  
I will love you forever

inspired from :www.indobase.com

Selasa, 23 November 2010

kisah cinta Rhett Butler dan Scarlett O’Hara


Dikisahkan mengenai seorang wanita muda bernama Scarlett O'Hara keturunan Irlandia yang telah bermukim di Amerika Serikat bersama keluarganya. Scarlett pada usia saat itu tengah mencari cinta pada seorang pria yang sayangnya keburu bertunangan dan menikahi sepupunya. Kisah yang panjang akhirnya mempertemukan Scarlett dengan seorang pria yang sangat mapan bernama Rhett Butler. Mereka akhirnya menikah dengan motif yang berbeda. Rhett sangat memuja Scarlett, sementara Scarlett sangat menyukai hadiah-hadiah yang diberikan Rhett.

Latar belakang cerita ini adalah Perang Saudara di Amerika antara Amerika Utara dan Amerika Selatan karena perbedaan pendapat mengenai perbudakan.

Kisah cinta Rhett dan Scarlett dalam Gone With The Wind diakhiri sad-ending karena Rhett terlanjur patah hati mengetahui bahwa istrinya masih mencintai orang laing, sehingga ia mengambil keputusan untuk meninggalkan Scarlett.

Di lain pihak, Scarlett terlambat menyadari bahwa selama ini dirinya tidak mampu hidup tanpa Rhett.

Sabtu, 20 November 2010

kisah cinta tagis Tristan and Isolde

Kisah cinta tragis antara tristian dan isolde telah diberitahu dan diceritakan kembali melalui berbagai cerita dan naskah. Hal ini berlangsung selama abad pertengahan selama pemerintahan Raja Arthur. Isolde dari Irlandia adalah putri dari Raja Irlandia. Dia bertunangan dengan Raja Mark of Cornwall. Raja Mark dikirim keponakannya, Tristan, ke Irlandia untuk mengawal Isolde kembali ke Cornwall. Selama perjalanan, Isolde dan Tristan jatuh cinta ,. Isolde akhirnya menikah dgn Mark of Cornwall, tapi  Hubungan asmara antara isolde dan tristia berlanjut setelah perkawinan nya dgn raja mark. Ketika Raja Mark akhirnya mengetahui peristiwa itu, dia marah besar dan mengusir tristian dan mengampuni Isolde,Tristan pergi ke Brittany. Di sana ia bertemu Iseult Brittany. Dia tertarik padanya karena kemiripan namanya menjadi cinta sejatinya. Ia ingin menikah dgn brittany, tapi mengurungkan niatnya karena kasih-Nya untuk Isolde tidak bisa dia lupakan. berselang beberapa waktu, tristian jatuh sakit dan meminta isolde untuk menjenguk dan merawatnya dengan harapan bahwa ia akan bisa menyembuhkannya. tristian menyuruh orang untuk berlayar dan menjemput isolde, dia ber prinsip Jika isolde  setuju untuk datang, layar kapal kembali akan menjadi putih, atau layar akan menjadi hitam jika dia tidak setuju. Iseult,salah satu bawahan tristian mengkhianatinya, dia melihat layar putih, dan membohongi Tristan dan mengatakan kepadanya bahwa layar berwarna hitam. karena merasa kecewa dan tak mampu menahan rasa sakit, Dia meninggal .kedatangan isolede yg terlambat dan mengetahui bahwa tristian sudah meninggal membuat hatinya sedih dan patah hati!!,
dan akhirnya dia punbunuh diri menyusul kematian Tristian!!

kisah cinta Cleopatra and Mark Antony

Siapa bilang Mesir adalah Negara yang tandus, kering dan tak sedap dipandang? Pandangan yang negatif mengenai Mesir itu telah sirna. Semua itu adalah berkat ratunya yang cantik. Ratu itu bernama Cleopatra. Cleopatra dipuja oleh setiap rakyatnya terutama kaum lelaki karena kecantikannya yang takkan mungkin tertandingi oleh siapapun.

Pada senja yang temaram di Pulau Cyprus di sebuah kapal perang yang mewah, sang ratu tersenyum penuh kemenangan walau dia sudah tahu bahwa tentara Antonius sudah bercerai berai kalah oleh armada angkatan laut Octavianus yang kuat dan berdisiplin tinggi. Dia masih saja tersenyum sambil memandangi Laut Tengah yang memisahkan Pulau Cyprus dan Pulau Kreta. Kilauan kebiruan laut itu membawa angan sang ratu itu pada kenangan yang indah.

Dulu berkat kecantikannya saja, Julius Caesar Sang Kaisar Romawi yang punya semboyan Vini, Vidi, Vici justru bertekuk lutut di bawah kakinya dan tidak meneruskan penyerangan ke negeri Mesir. Berkat kecantikannya pula Antonius memerangi Lepidus sahabat sejatinya. Dan berkat kecantikan itu, Antonius sekarang berada di ketiaknya seperti seorang bayi yang tak mau ditinggal oleh induk semangnya. Apalagi sekarang yang datang hanya Octavianus. Ya Octavianus, kemenakan dari Julius Caesar yang dulu pernah menjadi kekasihnya.

‘Lapor Sang Ratu, pasukan Octavianus sudah masuk ke Kota Raja Actium’, lapor sang prajuritnya.
Sang Ratu hanya diam saja sambil mengibaskan tangan yang menunjukkan bahwa dia tidak takut dan tak gentar. Ketenangannya inilah yang membuat para pengikutnya heran bukan main. Betapa tidak, Actium sudah hampir ditaklukkan oleh Octavianus.

‘Lapor Sang Ratu, pasukan Octavianus telah menghancurkan kita dan Paduka Antonius telah bunuh diri’, lapor seorang prajurit kemudian.

Sekali lagi Sang Ratu hanya diam, tak memberikan reaksi gentar ataupun takut. Dia tetap tenang bagai tenangnya Laut Tengah, bahkan tersenyum misterius yang susah dimengerti. Dia yakin dengan kekuatan cintanya, dia bisa mempermainkan siapa saja.

’Demi Yupiter Dewa langit, aku akan menaklukkan Octavianus. Bagiku laki-laki sama saja akan terkecoh dengan bujuk rayuku yang lebih mematikan daripada pasukan perang Aries Sang Dewa Perang. Aku Cleopatra wanita tercantik di Mesir yakin akan kemampuanku’, demikian bisik Cleopatra.

ooooooooooooooooo

Setelah mengalahkan Antonius, Octavianus segera menduduki Kota Raja. Mendengar bahwa Cleopatra berada di Pulau Cyprus, dengan menggunakan baju perang kebesarannya dan ribuan pasukan mereka pergi ke Pulau Cyprus.

Malam yang indah, bulan terang bundar, tersenyum manis, senyum yang misterius. Octavianus menaiki kapal perang mewah itu. Semua prajurit musuh takluk dan berlutut dan menjadi tawanan perang. Suasana yang indah itu bercampur dengan rasa hormat akan kebesaran Kaisar Agustus Octavianus.

’Masuklah ke dalam kamar hamba, Paduka Yang Mulia. Hamba Cleopatra memberikan hormat pada Paduka yang agung’, demikian Cleopatra dengan suaranya yang lembut merangsang memecah kesunyian.

’Demi Zeus Raja Para Dewa, tak seharusnya penguasa yang takluk tidak menyambut rajanya, malah bersembunyi di kamar. Sungguh Ratu yang tak punya etika. Keluarlah!’, kata Octavianus dengan tegas.

Maaf Yang Mulia. Sekali lagi maaf. Bukan maksud hamba merendahkan Yang Mulia. Hamba akan segera keluar’. Berbareng dengan itu, pintu kamar Sang Ratu yang temaram pun terbuka. Keluarlah wanita dengan paras yang cantik, diselingi dengan harum bunga mawar yang menusuk setiap orang.

Semua pasukan Octavianus memandang takjub pada Sang Ratu Cleopatra yang cantik bagaikan bidadari dan mungkin tak kalah cantik dengan Aprodite Dewi Kecantikan. Sejenak Octavianus terdiam.

’Oh inilah Cleopatra yang kecantikannya terkenal sampai ke negeriku, yang membuat Julius Caesar pamanku lupa daratan, dan sahabatku Antonius membunuh Lepidus’, membatin Octavianus.

Namun di sisi lain Cleopatra tak kalah terkejutnya. Octavianus yang dalam benaknya adalah lelaki biasanya, ternyata sangat tampan sekali. Jauh lebih tampan dari Julius Caesar maupun Antonius sebelumnya. Lama sekali dia takjub memandang trepana diam tak bergerak. Paras yang tampan, gagah, tegap dan tegar adalah sosok yang baru kali ini ditemuinya.

‘Demi Yupiter yang menguasai langit, lelaki ini sangat tampan dan gagah. Aku.. Aku.. terpesona dibuatnya. Aku bersumpah untuk dapat menaklukkannya. Aku ingin memilikinya. Ya, aku harus memiliki dia. Mungkinkah aku jatuh cinta?’, hati Cleopatra dag dig dug tak menentu.

‘Kamukah Cleopatra yang membujuk Antonius untuk membunuh Lepidus dan ingin mendirikan Kerajaan Yunani Baru di Alexandria?’, begitulah Octavianus berkata dengan suara yang sangat berwibawa.
Lagi-lagi Cleopatra hampir tak dapat menahan perasaannya. Hatinya telah jatuh oleh ketampanan Octavianus. Senyum licikpun menghias wajahnya.

’Hamba Yang Mulia. Karena itu hamba akan meminum racun ini Paduka. Untuk menebus kesalahan dan dosa-dosa hamba yang telah lalu.’

Demikian Cleopatra kemudian hendak meminum racun di cawan yang telah disiapkannya, sambil mengerling indah kepada Octavianus. ’Hmm.. Dia pasti akan menghentikan aku meminum racun ini..’, bisiknya dalam hati sambil menyingkap sedikit kain yang menutupi pahanya.

Peristiwa itu berlangsung cepat, cepat sekali dan Octavianus hanya diam dengan sorotan yang berwibawa sekali, tenang dan tak bereaksi. Prajurit Romawi yang melihatpun terpana dan dalam hati tak tega melihat kejadian itu.

‘Demi Aprodite yang maha cantik, kenapa kau tak mencegahku Octavianus? Apakah kau tak tertarik padaku? Kecantikanku? Indahnya tubuhku? Kau.. Kau.. Sungguh kejam..’. Dan Cleopatra pun tersungkur. Nyawanya terbang. Mati. Tanpa mendapatkan jawaban yang dinantinya dari Kaisar Agustus. Semua orang yang di situ pun heran dan bertanya-tanya. Tapi pertanyaan itu selalu tersimpan dalam hati.

’Itulah hukuman yang setimpal untuk Ratu yang terlalu mendewakan kecantikannya dan mengesampingkan etika kesusilaan’, demikian Octavianus pergi dan meninggalkan kapal perang mewah itu.

Tak seorang pun yang tahu apa yang ada dalam benak Sang Kaisar yang agung. Malam itu bulan purnama tersenyum indah berbeda dengan senyum Cleopatra yang kecut. Bulan itu tahu karena Octavianus sedang menunggu kelahiran putranya dari isteri yang dicintainya, yang semuanya itu cukup untuk mengalahkan rayuan Sang Ratu Cinta.

kisah cinta Siluman Ular Putih

Legenda Ular Putih di negeri asalnya berjudul White Snake Legend. Kisahnya diambil dari legenda setempat tentang hubungan cinta terlarang seekor siluman ular putih bernama Bai SuZhen dengan manusia biasa bernama Xu Hanwen. Karena secara kodrat berbeda alam, maka hubungan mereka pun berjala penuh rintangan. Rintangan terbesar datang dari seorang rahib sakti mandraguna yang gemar membasmi siluman. Dialah Biksu Fa Hai.

Biksu Fa Hai berusaha sekuat tenaga untuk membasmi SuZhen dan adiknya Xiao Qing (ular hijau). Dia tidak perduli walaupun Ular Putih selama menikah dengan HanWen selalu berbuat kebajikan lewat toko obat yang mereka dirikan. Sampai pada akhirnya Fa Hai membuka jati diri Bai SuZhen sebenarnya pada Hanwen. Walaupun pada awalnya Hanwen shock, tapi dia tetap menerima istrinya itu apa adanya.

Fa Hai menempuh cara lain. Dia kemudian mengurung Hanwen di pagoda Lei Fang. Bai Suzhen mau tidak mau harus mendatangi Fa Hai dan memohon untuk melepaskan suaminya. Fa hai bersedia mengabulkan permintaan Bai SuZhen asal dia mau berlutut sambil berjalan ke pagonda Lei Fang. Padahal Bai SuZhen saat itu sedang mengandung. Namun usaha Bai Suzhen tidaklah sia-sia. Dia berhasil melakukan syarat dari sang biksu yang pada akhirnya dapat membawa suaminya pulang.

Suatu hari Fa Hai pergi ke langit dan bertemu dengan raja langit,ia memohon agar diberikan pasukan yang kuat yang akan dikomandainya untuk menangkap siluman ular putih. Ketika itu pula Bai Su Zhen Melahirkan anak laki-laki penerus keluarga Xu,dan Xu Xian pun gembira akan anaknya yang lahir,lalu ia memberikan nama Xu Shi Lin kepada anaknya.

Di sisi lain rupanya Fa Hai belum terima atas kekalahannya. Dengan akal bulus Fa Hai akhirnya dia dapat mengalahkan Bai Suzhen dan menangkapnya. Siluman Ular Putih pun dikurung di bawah pagoda Lei Fang. Hanwen berusaha meminta kebebasan atas istrinya dengan menjadi biksu di biara Jin Shan. Sementara XiaoQing memilih bertapa di guung Er Mei agar kesaktiannya bertambah dan bisa membalas dendam.

Selama masa itu, Shi Lin anak Hanwen beranjak dewasa. Dia pun berusaha menjadi pejabat di kerajaan dengan tujuan dapat menolong kedua orang tuanya melalui bantuan kaisar. Mengingat prestasi Shi Lin, kaisar mengabulkan permintaannya. Dengan diberi beberapa pasukan, Shi Lin berangkat menuju biara Jin Shan. Namun sayang saat di sana dia harus menelan kekecewaan. Hanwen tidak mau ikut bersamanya kalau Bai Suzhen belum dibebaskan.

Di saat yang hampir bersamaan, Xia Qing berhasil menyelesaikan pertapaannya. Siluman Ular Hijau ini segera mencari Fa Hai untuk membalas dendam. Dan kali ini Xia Qing berhasil mengalahkan sang Biksu. Tiba-tiba datanglah dewi Guan Yin. Dia meminta Xia Qing untuk tidak menghabisi Fa Hai. Sebagai gantinya Xiao Qing diminta menjadi pengikut dewi Quan Yin.

Sementara itu Shi Lin masih belum menyerah untuk menyelamatkan kedua orangtuanya. Dia bersujud di depan pagoda sambil memohon agar ibunya dibebaskan,ketika para tentara kerajaan akan merubuhkan pagoda, Dewa tersentuh oleh baktinya Shi Lin kepada ibunya, lalu pintu pagodapun terbuka dan Bai Su Zhen ibunya terbebas.

Setelah Hanwen mendengar kabar tersebut ia pulang dan akhirnya seluruh anggota keluarga yang terpisah selama 20th telah berkumpul kembali dan hidup bahagia selama lamanya.

kisah cinta Romeo dan Juliet


Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Sandiwara ini untuk pertama kalinya dipentaskan pada tanggal 29 Januari 1595.

Juliet memasuki usia 17 tahun, orang tuanya pun mengadakan pesta ulang tahun buat puteri mereka pada hari jadinya, sekaligus juga memperkenalkan Juliet dan Valiant Paris, pemuda pilihan orang tuanya. Ayah Juliet adalah pemimpin dalam keluarga Capulets yang mempunyai permusuhan yang sudah turun menurun pada keluarga Mountage. Romeo, pemuda dari keluarga Mountage baru saja putus cinta karena di tinggal kekasihnya menikah dengan pria lain. Pada malam pesta dikediaman Capulets, Romeo yang lewat depan Puri kediaman Capulets secara tiba-tiba tertarik untuk masuk secara diam-diam ke dalam Puri kediaman Capulets untuk mengetahui keramaian yang ada di dalamnya.

Disanalah Romeo menemukan perasaan cintanya kembali ketika terpesona melihat Juliet di pesta ulang tahunnya dan secara kebetulan mereka dapat berkenalan yang mempunyai kesan didalam hati masing-masing. Sejak pertemuan itu Romeo dan Juliet menjadi pasangan kekasih dimana cinta mereka dirahasiakan dari kedua belah pihak keluarga mereka masing-masing hingga pada suatu hari terjadi peristiwa yang melibatkan Romeo dan salah satu keluarga keluarga Capulets yang menyebabkan kematian Mercutio, sahabat dari keluarga Mountage karena bertarung dengan Tybalt dari keluarga Capulets. Kematian sahabatnya membuat Romeo menjadi gelap mata dan balas membunuh Tybalt.

Perbuatan Romeo membuat dia dihukum tidak boleh lagi kembali dari Verona untuk selama-lamanya, sehingga terpisah dari kekasihnya Juliet. Dilain pihak, orang tua Juliet tidak bisa menolak lamaran dari Valiant Paris untuk menikahi Juliet. Sehingga mereka memaksa Juliet untuk menikah secepatnya dengan pilihan orang tuanya. Juliet bersedih akan keputusan itu dan ia berusaha menghubungi Romeo melalui guru dari Romeo sendiri akan rencana pernikahannya dengan Valiant Paris. Untuk mencegah pernikahan yang akan dilangsungkan dalam dua hari, maka sang guru menggunakan ramuan obat tidur untuk membuat Juliet mati suri selama 2 hari sehingga keluarga Juliet tidak bisa menikahkan dia. Sang guru juga berusaha menghubungi Romeo akan rencana itu tapi surat yang berisikan rencana Juliet tidak sampai pada Romeo.

Dan ketika Romeo kembali ke kota dan mendapati sang kekasihnya telah meninggal maka ia mendatangi tempat Juliet di kuburkan melihat Juliet telah mati maka Romeo pun membunuh dirinya disamping jasad kekasihnya dengan membawa perasaan sedih mendalam. Ketika pengaruh obat tidur itu hilang, Juliet tersadar tapi ketika melihat Romeo yang ada disampingnya telah mati membuat Juliet menyusul Romeo dengan mengakhiri hidupnya juga. Sebuah akhir dari tragedi cinta diantara permusuhan dua keluarga besar Capulets dan Mountage.

kisah cinta Jaya Prana & Layon Sari

Dua orang suami istri bertempat tinggal di Desa Kalianget mempunyai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Oleh karena ada wabah yang menimpa masyarakat desa itu, maka empat orang dari keluarga yang miskin ini meninggal dunia bersamaan. Tinggalan seorang laki-laki yang paling bungsu bernama I Jayaprana. Oleh karena orang yang terakhir ini keadaannya yatim piatu, maka ia puan memberanikan dirimengabdi di istana raja. Di istana, laki-laki itu sangat rajin, rajapun amat kasih sayang kepadanya.
Kini I Jayaprana baru berusia duabelas tahun. Ia sangat ganteng paras muka tampan dan senyumnya pun sangat manis menarik.
Beberapa tahun kemudian.
Pada suatu hari raja menitahkan I Jayaprana, supaya memilih seorang dayang-dayang yang ada di dalam istana atau gadis gadis yang ada di luar istana. Mula-mula I Jayaprana menolak titah baginda, dengan alasan bahwa dirinya masih kanak-kanak. Tetapi karena dipaksan oleh raja akhirnya I Jayaprana menurutinya. Ia pun melancong ke pasar yang ada di depan istana hendak melihat-lihat gadis yang lalu lalang pergi ke pasar. Tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang sangat cantik jelita. Gadis itu bernama Ni Layonsari, putra Jero Bendesa, berasal dari Banjar Sekar.
Melihat gadis yang elok itu, I Jayaprana sangat terpikat hatinya dan pandangan matanya terus membuntuti lenggang gadis itu ke pasar, sebaliknya Ni Layonsari pun sangat hancur hatinya baru memandang pemuda ganteng yang sedang duduk-duduk di depan istana. Setelah gadis itu menyelinap di balik orang-orang yang ada di dalam pasar, maka I Jayaprana cepat-cepat kembali ke istana hendak melapor kehadapan Sri Baginda Raja. Laporan I Jayaprana diterima oleh baginda dan kemudian raja menulis sepucuk surat.
I Jayaprana dititahkan membawa sepucuk surat ke rumahnya Jero Bendesa. Tiada diceritakan di tengah jalan, maka I Jayaprana tiba di rumahnya Jero Bendesa. Ia menyerahkan surat yang dibawanya itu kepada Jero Bendesa dengan hormatnya. Jero Bendesa menerima terus langsung dibacanya dalam hati. Jero Bendesa sangat setuju apabila putrinya yaitu Ni Layonsari dikawinkan dengan I Jayaprana. Setelah ia menyampaikan isi hatinya “setuju” kepada I Jayaprana, lalu I Jayaprana memohon diri pulang kembali.
Di istana Raja sedang mengadakan sidang di pendopo. Tiba-tiba datanglah I Jayaprana menghadap pesanan Jero Bendesa kehadapan Sri Baginda Raja. Kemudian Raja mengumumkan pada sidang yang isinya antara lain: Bahwa nanti pada hari Selasa Legi wuku Kuningan, raja akan membuat upacara perkawinannya I Jayaprana dengan Ni Layonsari. Dari itu raja memerintahkan kepada segenap perbekel, supaya mulai mendirikan bangunan-bangunan rumah, balai-balai selengkapnya untuk I Jayaprana.
Menjelang hari perkawinannya semua bangunan-bangunan sudah selesai dikerjakan dengan secara gotong royong semuanya serba indah. Kini tiba hari upacara perkawinan I Jayaprana diiringi oleh masyarakat desanya, pergi ke rumahnya Jero Bendesa, hendak memohon Ni Layonsari dengan alat upacara selengkapnya. Sri Baginda Raja sedang duduk di atas singgasana dihadap oleh para pegawai raja dan para perbekel baginda. Kemudian datanglah rombongan I Jayaprana di depan istana. Kedua mempelai itu harus turun dari atas joli, terus langsung menyembah kehadapan Sri Baginda Raja dengan hormatnya melihat wajah Ni Layonsari, raja pun membisu tak dapat bersabda.
Setelah senja kedua mempelai itu lalu memohon diri akan kembal ke rumahnya meninggalkan sidang di paseban. Sepeninggal mereka itu, Sri Baginda lalu bersabda kepada para perbekel semuanya untuk meminta pertimbangan caranya memperdayakan I Jayaprana supaya ia mati. Istrinya yaitu Ni Layonsari supaya masuk ke istana dijadikan permaisuri baginda. Dikatakan apabila Ni Layonsari tidak dapat diperistri maka baginda akan mangkat karena kesedihan.
Mendengar sabda itu salah seorang perbekel lalu tampak ke depan hendak mengetengahkan pertimbangan, yang isinya antara lain: agar Sri Paduka Raja menitahkan I Jayaprana bersama rombongan pergi ke Celuk Terima, untuk menyelidiki perahu yang hancur dan orang-orang Bajo menembak binatang yang ada di kawasan pengulan. Demikian isi pertimbangan salah seorang perbekel yang bernama I Saunggaling, yang telah disepakati oleh Sang Raja. Sekarang tersebutlah I Jayaprana yang sangat brebahagia hidupnya bersama istrinya. Tetapi baru tujuh hari lamanya mereka berbulan madu, datanglah seorang utusan raja ke rumahnya, yang maksudnya memanggil I Jayaprana supaya menghadap ke paseban. I Jayaprana segera pergi ke paseban menghadap Sri P aduka Raja bersama perbekel sekalian. Di paseban mereka dititahkan supaya besok pagi-pagi ke Celuk Terima untuk menyelidiki adanya perahu kandas dan kekacauan-kekacauan lainnya. Setelah senja, sidang pun bubar. I Jayaprana pulang kembali ia disambut oleh istrinya yang sangat dicintainya itu. I Jayaprana menerangkan hasil-hasil rapat di paseban kepada istrinya.
Hari sudah malam Ni Layonsari bermimpi, rumahnya dihanyutkan banjir besar, ia pun bangkit dari tempat tidurnya seraya menerangkan isi impiannya yang sangat mengerikan itu kepada I Jayaprana. Ia meminta agar keberangkatannya besok dibatalkan berdasarkan alamat-alamat impiannya. Tetapi I Jayaprana tidak berani menolak perintah raja. Dikatakan bahwa kematian itu terletak di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Pagi-pagi I Jayaprana bersama rombongan berangkat ke Celuk Terima, meninggalkan Ni Layonsari di rumahnya dalam kesedihan. Dalam perjalanan rombongan itu, I Jayaprana sering kali mendapat alamat yang buruk-buruk. Akhirnya mereka tiba di hutan Celuk Terima. I Jayaprana sudah meras dirinya akan dibinasakan kemudian I Saunggaling berkata kepada I Jayaprana sambil menyerahkan sepucuk surat. I Jayaprana menerima surat itu terus langsung dibaca dalam hati isinya:
“ Hai engkau Jayaprana
Manusia tiada berguna
Berjalan berjalanlah engkau
Akulah menyuruh membunuh kau
Dosamu sangat besar
Kau melampaui tingkah raja
Istrimu sungguh milik orang besar
Kuambil kujadikan istri raja
Serahkanlah jiwamu sekarang
Jangan engkau melawan
Layonsari jangan kau kenang
Kuperistri hingga akhir jaman.”
Demikianlah isi surat Sri Baginda Raja kepada I Jayaprana. Setelah I Jayaprana membaca surat itu lalu ia pun menangis tersedu-sedu sambil meratap. “Yah, oleh karena sudah dari titah baginda, hamba tiada menolak. Sungguh semula baginda menanam dan memelihara hambat tetapi kini baginda ingin mencabutnya, yah silakan. Hamba rela dibunuh demi kepentingan baginda, meski pun hamba tiada berdosa. Demikian ratapnya I Jayaprana seraya mencucurkan air mata. Selanjutnya I Jayaprana meminta kepada I Saunggaling supaya segera bersiap-siap menikamnya. Setelah I Saunggaling mempermaklumkan kepada I Jayaprana bahwa ia menuruti apa yang dititahkan oleh raja dengan hati yang berat dan sedih ia menancapkan kerisnya pada lambung kirinya I Jayaprana. Darah menyembur harum semerbak baunya bersamaan dengan alamat yang aneh-aneh di angkasa dan di bumi seperti: gempa bumi, angin topan, hujan bunga, teja membangun dan sebagainya.
Setelah mayat I Jayaprana itu dikubur, maka seluruh perbekel kembali pulang dengan perasaan sangat sedih. Di tengah jalan mereka sering mendapat bahaya maut. Diantara perbekel itu banyak yang mati. Ada yang mati karena diterkam harimau, ada juga dipagut ular. Berita tentang terbunuhnya I Jayaprana itu telah didengar oleh istrinya yaitu Ni Layonsari. Dari itu ia segera menghunus keris dan menikan dirinya. Demikianlah isi singkat cerita dua orang muda mudi itu yang baru saja berbulan madu atas cinta murninya akan tetapi mendapat halangan dari seorang raja dan akhirnya bersama-sama meninggal dunia.
nb.
sampai saat ini kisah cinta Jayaprana dan Layonsari membekas pada masyarakat Bali pada umumnya. banyak kisah-kisah tari dan drama yang mengisahkan kisah cinta mereka. dan peninggalan dua sejoli ini masih terawat dengan baik, yaitu kuburan yang dipercaya milik Jayaprana dan Layonsari.
Peninggalan Kuburan Jayaprana dan Layonsari ini terletak di kawasan hutan belukar Teluk Terima, Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, ± 67 km sebelah barat Kota Singaraja.